Bild Jerman | B.Z._Menjadi Bintang dengan Kesucian yang Dipura-purakan
Harian Jerman B.Z. memperkenalkan pelukis Korea Kim Hyun Jung sebagai salah satu pelukis tersukses di Korea, serta membahas rekam jejak pamerannya di Metropolitan Museum of Art New York dan pameran tunggalnya 'Sejarah Kesucian yang Dipura-purakan (Geschichte der vorgetäuschten Unschuld)' di Pusat Kebudayaan Korea di Berlin. Artikel tersebut menjelaskan bahwa Kim Hyun Jung menggambar potret diri dengan memadukan teknik lukisan tradisional dengan kolase gaya Barat dan citra barang konsumsi, serta menyampaikan pesan agar orang menengok apa yang ada di balik penampilan melalui kaki yang tampak menembus rok hanbok.
Lihat teks lengkap
Di balik kaca Pusat Kebudayaan Korea, Kim Hyun Jung (28) bermain-main dengan kesuciannya. Dengan sapuan kuas yang halus ia menyusuri kertas dan melukis pepohonan di Leipziger Platz. Seakan tanpa keinginan apa pun dan selaras dengan dunia.
Sulit dipercaya: di dalam rumahnya sendiri di Seoul, Kim Hyun Jung bisa berubah menjadi monster belanja! "Saya suka berbelanja. Di Korea, belanja daring praktis termasuk bagian dari budaya," tutur perempuan muda Korea itu dalam perbincangan dengan BZ.
Kim Hyun Jung (artinya: segala sesuatu di sekelilingnya menjadi terang) memadukan lukisan tradisional Asia, kolase Barat, dan barang konsumsi dalam potret dirinya sendiri yang tingginya mencapai lima meter: cangkir kopi sekali pakai, laptop, dan sepatu, sepatu, sepatu. "Semua yang saya lukis adalah barang yang saya miliki atau yang ingin saya miliki," kata Kim Hyun Jung.
Dengan campuran seni dan komersial ini ia menjadi bintang yang melesat dalam seni Korea, dan pada Januari lalu berhasil menembus Metropolitan Museum di New York. Di Facebook ia memiliki satu juta pengikut. Kini ia menampilkan sejumlah pilihan karyanya di Pusat Kebudayaan Korea di Leipziger Platz. Pameran itu bertajuk "Geschichte der vorgetäuschten Unschuld" (Sejarah Kesucian yang Dipura-purakan).
Judul tersebut merupakan kiasan pada kata Korea Naesoong (istilah Korea untuk sikap menyembunyikan perasaan yang sebenarnya di balik penampilan), sebuah ungkapan untuk sebuah kekhasan Korea. "Di negara saya, kesopanan sangat penting," tutur Kim Hyun Jung. "Misalnya, bila seseorang merasa lapar saat berada di tengah orang lain, ia tidak akan mengungkapkannya, melainkan makan sesuatu nanti di rumah."
Dalam lukisan-lukisannya ia menyingkapkan apa yang terjadi bila ia menuruti perutnya. Motif "Saya Juga Seorang Perempuan" memperlihatkan bagaimana ia menyekop nasi ke dalam mulutnya. "Saya tidak ingin memancing provokasi secara sengaja, saya hanya melukis dunia kecil tempat saya hidup."
Namun ia tidak setiap hari mengenakan hanbok, busana tradisional Korea itu. "Tentu saja saya juga kadang memakai jin," tuturnya. Sebelum wawancara ia menyisir rambut, berdandan, dan berpakaian selama tiga jam. Di bawah berlapis-lapis rok sutranya, perempuan bertinggi 1,60 meter ini menyembunyikan sepatu hak tingginya dengan baik.
Berbeda dengan dalam lukisannya. Di sana kaki Kim Hyun Jung tampak menembus rok hanbok. Dengan itu ia hendak menunjukkan bahwa menengok apa yang ada di balik penampilan itu berharga. Dan ia juga berharap bahwa suatu saat seseorang akan menengok ke balik penampilannya sendiri. "Bila saya bertemu lelaki yang ingin saya jadikan pasangan hidup, lukisan-lukisan saya pun akan berubah."
[Keterangan gambar]
Sarat menenteng kantong belanja, sebelah sepatunya terlepas: "Oops!" demikian pelukis itu menamai adegan berbelanjanya dari tahun 2016
"Kesucian yang Dipura-purakan" adalah nama yang diberikan pelukis itu untuk seri potretnya, termasuk lukisan dengan sepeda ini
Sebagai pengantar burger: "Kesucian yang Dipura-purakan: kau menggerakkanku" sudah dilukis Kim pada 2013
Selama tiga jam pelukis Kim Hyun Jung (28) berdandan, menata rambut, dan berpakaian dengan gaya tradisional Korea untuk perbincangan dengan BZ
FOTO: FRANK SENFTLEBEN, © KIM HYUN JUNG ALL RIGHTS RESERVED