Art Insight | [Opinion] Menjumpai Lukisan Korea yang Ditulis Ulang [Seni Rupa]
Art Insight memperkenalkan dunia karya pelukis Korea Kim Hyun Jung melalui kolom opini. Tulisan itu menganalisis gaya lukisannya yang memadukan lukisan Korea tradisional dengan materi modern dengan mengambil contoh karya utama seperti 'Naesoong: Kau yang Menggerakkanku', 'Bahasa Abad ke-21: Party Tonight~', dan 'Pernikahan: Perang Pengasuhan Anak'.
Lihat teks lengkap
Bagaimana jadinya jika kehidupan sehari-hari masa kini ditambahkan pada lukisan Korea tradisional? Ada seorang pelukis Korea yang berkarya dengan tema ini. Ia adalah seniman Kim Hyun Jung. Sensibilitas lembut dan tenang yang khas dari lukisan Korea serta sosok figur dalam karyanya yang menarik perhatian mendapat sambutan tidak hanya dari negara kita, tetapi juga dari seluruh dunia.
Mari kita cermati karya seniman Kim Hyun Jung untuk melihat dengan daya tarik seperti apa ia memikat para penikmat.
Seniman Kim Hyun Jung lahir pada 1988 dan merupakan seniman muda. Ia menetapkan arah karyanya dengan memanfaatkan latar studinya di bidang lukisan Oriental.
Seniman itu menempuh studi lukisan Oriental di Universitas Nasional Seoul dan sekaligus mengambil jurusan manajemen bisnis. Karena sering diremehkan sebab berada di bidang seni dan olahraga serta karena ia perempuan, ia disebut memilih dengan berani jurusan manajemen bisnis yang ketika itu memiliki nilai masuk tinggi untuk memperlihatkan sikap yang berlawanan dengan anggapan tersebut. Melalui hal itu ia memahami struktur pasar seni dan mengelola perusahaannya sendiri dengan lancar. Ini adalah bagian yang memperlihatkan semangat seniman Kim Hyun Jung.
Selain itu, seniman Kim Hyun Jung dikenal sebagai seniman yang memanfaatkan ruang daring dengan baik. Ia memperkenalkan dirinya dan karyanya dengan memanfaatkan berbagai media sosial. Ada pula orang yang melontarkan kritik terhadap langkah semacam ini, tetapi seniman itu mengatakan bahwa dengan memperkenalkan dirinya dan karyanya, ia dapat menjadi kekuatan bagi seseorang. Sosok seniman yang tampil begitu hidup disebut menjadi penghiburan besar bagi mereka yang bergumul tentang langkah sebagai seniman maupun tentang jalan seniman perempuan.
Karya seniman Kim Hyun Jung memuat keriangan pada sosok perempuan, menghidupkan sifat modern dengan beragam nuansa warna, serta menghadirkan rasa stabil yang berbobot melalui teknik tinta dan warna tipis Timur. Perjumpaan seni modern dan lukisan Oriental terasa seolah bertolak belakang, namun dalam karyanya keduanya menjadi satu. Ia terus-menerus menciptakan genre baru bernama Kim Hyun Jung.
Naesoong: Kau yang Menggerakkanku, 2013 — Naesoong (istilah Korea untuk sikap menyembunyikan perasaan yang sebenarnya di balik penampilan)
Karya ini adalah salah satu dari seri 'Cerita Naesoong' yang terkenal di antara karya-karya seniman itu. Seorang perempuan berhanbok sedang menaiki motor pengantar makanan cepat saji. Seniman itu disebut sering terpaksa melewatkan waktu makan sambil berkarya, dan setiap kali itu terjadi ia menyantap makanan cepat saji. Makanan cepat saji itu menjadi tenaga penggerak kehidupannya dan menjadi kekuatan yang memandu kesehariannya.
Jika karya ini dilihat dari dekat, kehalusan khas seniman itu tampak jelas. Figur dan benda diungkapkan secara realistis dengan garis-garis tipis, seakan sebentar lagi akan muncul sungguh-sungguh sebagai gambar bergerak. Rambut yang tertata rapi, binyeo yang diungkapkan dengan cermat, serta bulu mata yang terasa satu per satu membuat kata pujian keluar dengan sendirinya. Selain itu, seperti benar-benar mengenakan pakaian pada figurnya, ia melukis bentuk tubuh terlebih dahulu lalu menggambarkan pakaian di atasnya, sehingga kasih dan kesungguhan yang dicurahkan pada karya itu terasa begitu hidup.
Ketika mengenakan hanbok pada figurnya, seniman itu disebut membawa kain hanbok yang sesungguhnya untuk dikolase, atau mewarnai sendiri hanji lalu mengolasenya. Jika karya dibaca sambil merasakan bagian-bagian seperti ini, penikmatannya dapat menjadi lebih menyenangkan. Seniman itu berharap para penikmat pun menafsirkan karyanya dari berbagai sisi, sebagaimana ia sendiri mematahkan kerangka yang sudah ada.
Bahasa Abad ke-21: Party Tonight~, 2017
Jika ada perbedaan antara Seri Naesoong dan seri Bahasa Abad ke-21, perbedaannya adalah bahwa seri Bahasa Abad ke-21 lebih setia pada pengungkapan emosi dibandingkan Seri Naesoong. Semua figur yang muncul menampilkan ekspresi dan tindakan yang setia pada emosinya sesuai masing-masing situasi. Mungkin karena itu, keriangan dan kegembiraan yang sulit dirasakan dalam lukisan Korea yang sudah ada pun merebak keluar.
Figur yang muncul dalam karya ini tampak sedang menikmati pesta dengan gembira seperti judulnya. Jeogori berwarna merah yang berpadu baik dengan suasana riang menambahkan emosi positif. Selain itu, kembang api beraneka warna yang digambarkan pada latar juga mengangkat suasana pesta. Nuansa warna yang kaya dan gerakan yang dinamis seakan semakin memperkuat kesenangan yang merebak dari judul ini.
Roknya diungkapkan dengan memanfaatkan tinta yang umum digunakan dalam lukisan Korea. Seniman itu mengatakan bahwa gradasi tebal-tipis tinta terasa seperti ketakterbatasan alam semesta yang dalam. Ia mengatakan bahwa warna hitam tinta yang bercampur air dapat mengungkapkan kepekatan dan kepudaran dengan kedalaman yang melebihi warna apa pun. Keajaiban yang muncul dari hal ini seakan memaksimalkan daya tarik yang terpancar dari figurnya dan menarik hati para penikmat.
Pernikahan: Perang Pengasuhan Anak, 2019
Karya ini adalah salah satu dari seri 'Satu Baki Telur, Usia untuk Menikah'.
Seri ini menjelajahi diri sendiri serta dunia yang mengelilingi diri melalui institusi bernama pernikahan. Karena merasa bingung dan bertanya-tanya atas kenyataan bahwa perempuan yang memasuki usia 30-an dituntut untuk menikah, seniman itu disebut melukis karya bertema pernikahan untuk menata sendiri persoalan tersebut. Karena ia menjelajahi fantasi sekaligus kenyataan yang dirasakan tentang pernikahan, ketidakstabilan usia tiga puluh terasa di seluruh karyanya.
Karya ini memanfaatkan lukisan masterpiece terkenal karya David, 〈Napoleon Menyeberangi Celah Saint-Bernard〉. Emosi kompleks seperti tantangan, ketakutan, keteguhan, dan kemauan terkait pengasuhan anak merebak dengan sendirinya. Ekspresi perempuan yang kokoh, sarung tangan karet merah dan peralatan bersih-bersih yang berada di kedua tangannya, serta sosok anak yang digendong di punggung tampak begitu cocok dengan judul 'Perang Pengasuhan Anak'.
Meskipun lukisan Barat dijadikan acuan utamanya, di bagian belakang terlihat figur-figur dari lukisan Korea. Walaupun figurnya mengenakan sepatu hak tinggi dan jubah merah, motif tradisional dan sanggul jjokjin tampak menonjol. Ungkapan-ungkapan yang saling berlawanan seperti ini bertemu dalam satu kanvas sehingga menghadirkan keseruan berupa tatanan yang ganjil dan tawa yang terpancing. Kekhasan seniman Kim Hyun Jung dapat dirasakan dari tema yang mengena dan ungkapan yang menyenangkan.
*
Perjumpaan ungkapan khas Korea dan ungkapan modern mengukuhkan gaya khas seniman Kim Hyun Jung. Dengan demikian, karya seniman itu seakan berkata kepada para penikmat, inilah lukisan adat abad ke-21! Ketika seseorang jatuh ke dalam daya tariknya, ia akan menemukan dirinya terus-menerus mencari karya-karya lain.
Seniman Kim Hyun Jung berharap tembok penghalang terhadap seni dapat diruntuhkan dan seni menjadi ajang komunikasi serta peleburan. Tantangan tanpa henti serta hati yang tulus untuk itu memperoleh rasa sepaham dan dukungan dari banyak orang. Saya mengakhiri tulisan ini sambil menantikan dalam bentuk apa lagi suara yang jujur dan lugas itu akan membangunkan indra kita.
[Editor Ko Ji-hee]
<Pemegang hak cipta ⓒArt Insight & www.artinsight.co.kr dilarang menyalin dan mendistribusikan ulang tanpa izin.>