Pelukis Korea Kim Hyun Jung ARTIST Hyunjung KIM

KDI Nara Gyeongje | Momen penentu dalam hidup saya

매체 KDI Nara Gyeongje 구분 Majalah & Terbitan Berkala 게재일 2018.01.01 관리코드 MI183

Esai yang ditulis sendiri oleh pelukis Kim Hyun Jung untuk rubrik berseri 'Momen penentu dalam hidup saya' di majalah 'Nara Gyeongje' yang diterbitkan Pusat Informasi Ekonomi KDI. Ia mengenang masa pada paruh kedua 2012 ketika bergulat memilih arah karier antara menjadi seniman penuh waktu atau pegawai kantor, lalu mencurahkan diri pada seri 'Naesoong' hingga menggelar pameran debut 'Kisah Naesoong' di Ain Gallery dan Woorim Gallery pada Maret 2013. Tulisan ditutup dengan kalimat bahwa momen paling menentukan dalam hidup adalah 'setiap saat, hari demi hari'.

전체 본문 보기

Melangkah dari 'mahasiswa seni' menjadi 'pelukis Naesoong'

Momen penentu dalam hidup saya

Kim Hyun Jung, pelukis Korea

Karya utama: 〈Naesoong: Narsis〉, 〈Pomsaeng-Pomsa: Akulah yang Paling Populer〉, dan lain-lain

Pada Juni 2012, sekitar waktu saya menyelesaikan semester terakhir kuliah, saya hampir setiap malam tidak bisa tidur dengan tenang. Sebab saya, yang melukis sejak kecil, harus memilih apakah ke depan akan menempuh jalan seniman penuh waktu, menjadi pegawai kantor, atau justru harus menemukan jalan lain. Saat itu saya sedang melukis dengan tema 'Naesoong' (istilah Korea untuk sikap menyembunyikan perasaan yang sebenarnya di balik penampilan), dan saya bergulat berulang kali tanpa henti: apakah karya saya bisa memperoleh penilaian positif di dunia lukisan (畵壇), dan apakah kata 'Naesoong' boleh saya pakai sebagai judul karya. Karena tidak punya keyakinan terhadap karya sendiri, kebuntuan dan kegelisahan pun terus berlanjut sebanding dengan rasa percaya diri yang kurang.

Kemudian, pada musim gugur tahun itu, saya menerima undangan pameran tunggal dari Ain Gallery di Busan. Saya juga memperoleh kesempatan berpameran di sebuah galeri di Insa-dong, Seoul, setelah terpilih dalam 'Pameran Undangan Seniman Muda Berbakat'. Kedua pameran itu dijadwalkan enam bulan kemudian, pada Maret tahun berikutnya. Namun saya masih belum bisa memutuskan apakah harus terus melukis 'Kisah Naesoong' atau melukis isi yang baru. Keraguan terus membesar, tetapi sungguh ironis, saya tidak ingin melukis apa pun selain Kisah Naesoong. Saya terus tertarik oleh daya pikat yang tak saya pahami. Sebab setiap kali melukis Kisah Naesoong, diri saya yang saya hadapi terasa nyaman, dan memindahkan diri semacam itu ke atas kanvas juga merupakan proses penyembuhan yang menenangkan saya sendiri. Ketika melukis, kenyamanan yang lahir dari keterserapan mendorong keluar kegelisahan dan kemurungan yang membuntukan. Dari musim gugur tahun itu hingga Maret tahun berikutnya, selama enam bulan, saya mencurahkan diri hanya pada pengerjaan Kisah Naesoong. Pada Maret 2013, sekitar dua puluh karya masa awal itu keluar ke dunia dengan nama 'Kisah Naesoong'. Tanggapan pengunjung di Ain Gallery, yang juga menjadi pameran debut saya, dan di Woorim Gallery Seoul melampaui harapan. Karya-karya representatif dari masa itu antara lain 〈Naesoong: Acha〉, 〈Naesoong: Xenitis〉, 〈Naesoong: Kau yang Menggerakkanku〉, 〈Naesoong: Berlebihan Itu Tak Baik〉, dan 〈Naesoong: Getaran〉, yang telah diperkenalkan melalui berbagai media.

Paruh kedua 2012 adalah masa penuh kegigihan yang menumbuhkan saya menjadi Kim Hyun Jung hari ini. Sebab masa itulah momen yang membuat saya melangkah dari sekadar 'mahasiswa seni' yang biasa menjadi seseorang bernama 'pelukis Naesoong'. Jika saya kembali ke masa itu, apakah saya bisa mencurahkan diri sepenuhnya hanya pada karya dan menghadapi masa-masa penuh kegigihan itu? Sekarang keadaan saya jauh lebih baik dibandingkan 2012. Namun karena inersia yang terbentuk pada masa itu, saya tetap berkarya dengan hati yang sungguh-sungguh. Waktu ketika kita terserap dalam pekerjaan sendiri dengan gairah yang membara dan kesungguhan, lalu melakukan yang terbaik. Setelah merenungkannya kembali, saya kira momen paling menentukan dalam hidup adalah setiap saat, hari demi hari.

〈Naesoong: Acha (我差) / OOps〉

tinta dan warna tipis di atas hanji, kolase

2013, Kim Hyun Jung